skip to main |
skip to sidebar
| name |
author |
perms |
com |
modified |
label |
| Filename |
HADITS NABI MUHAMMAD SAW TENTANG AKHLAQ MULIA VI |
| Permission |
rw-r--r-- |
| Author |
rohman firmansyah |
| Date and Time |
01.47 |
| Label |
|
| Action |
|
- Janganlah
kamu duduk-duduk di tepian jalan. Para sahabat berkata, "Ya
Rasulullah, kami memerlukan duduk-duduk untuk berbincang-bincang."
Rasulullah kemudian berkata, "Kalau memang harus duduk-duduk maka
berilah jalanan haknya." Mereka bertanya, "Apa haknya jalanan
itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Memalingkan pandangan
(bila wanita lewat), menghindari gangguan, menjawab ucapan salam
(dari orang yang lewat), dan beramar ma'ruf nahi mungkar."
(Mutafaq'alaih)
- Termasuk sunnah bila kamu menghantar pulang tamu sampai ke pintu rumahmu. (HR. Al-Baihaqi)
- Rasulullah Saw menerima pemberian hadiah dan mendoakan ganjaran atas pemberian hadiah tersebut. (HR. Bukhari)
- Jangan menolak hadiah dan jangan memukul kaum muslimin. (HR. Ahmad)
- Hendaknya
kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberian hadiah itu
dapat melenyapkan kedengkian. (HR. Tirmidzi dan dan Ahmad)
- Seorang
pemuda yang menghormati orang tua karena memandang usianya yang
lanjut maka Allah mentakdirkan baginya pada usia lanjut orang akan
menghormatinya. (HR. Tirmidzi)
- Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati
tamunya. Kewajiban menjamu tamu hanya satu hari satu malam. Masa
bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu termasuk sedekah. Tidak
halal bagi si tamu tinggal lebih lama sehingga menyulitkan tuan
rumah. (HR. Al-Baihaqi)
- Barangsiapa
menerima kebaikan (pemberian) dari kawannya (saudaranya) tanpa
diminta hendaklah diterima dan jangan dikembalikan. Sesungguhnya
itu adalah rezeki yang disalurkan Allah untuknya. (HR. Al Hakim)
- Barangsiapa
membela (nama baik dan kehormatan) saudaranya tanpa kehadirannya
maka Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat. (HR.
Al-Baihaqi
- Apabila
kawan muslim seseorang digunjing dan dia tidak menyanggah
(membelanya) padahal sebenarnya dia mampu membelanya maka Allah
akan merendahkannya di dunia dan di akhirat. (HR. Al Baghowi dan
Ibnu Babawih)